Kisah yang Tertinggal
Malam datang menciptakan banyak pertanyaan yang berisik di kepala; penuh kenangan yang begitu sesak. Jam menunjukkan bahwa makan siang tiba waktunya, ia menawariku, "sayang, aku mau keluar. kamu mau ikut?” “aku masih ada kerjaan, mas, boleh titip?” “boleh, sayang. kamu mau makan apa?" tanyanya. "aku bingung makan apa. samain kayak kamu aja. sekalian, tolong beliin es, ya." jawabku singkat. Siang itu terasa panas dan gerah sekali. Tenggorokanku kering rasanya. Selang beberapa menit kemudian, ia mengabariku, "aku didepan kantor kamu" Wah, kok cepet banget. Perasaan baru pesen. Eh mamas ojolnya udah dateng aja. Sesekali ia juga mengantarkan pesananku masuk ke kantor dan menitipinya di meja resepsionis. Ahh, tenggelam aku dalam kerinduan diambang ragu. Terjatuh aku dalam kasih sayangnya yang jauh. Kini, Tuhan menyimpan sebagian dirimu didalam hatiku. Biasanya juga ia menawariku untuk pulang kerja bareng, namun karena jam kerja yang sedikit berbeda, i...